Agustus 23, 2026

Tribune Plus

Mimbar Masyarakat Kritis dan Demokratis

Musim Kemarau, Kalak BPBD Tabalong Ingatkan Bahaya Karhutla

Bagikan Berita di Atas

Tanjung – TRIBUNEPLUSONLINE.COM Memasuki musim kemarau di Kabupaten Tabalong mulai menghadapi sejumlah kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong Haris Fakhrozi menyebutkan setidaknya sudah ada 14 kali kejadian bencana karhutla.

“Di musim kemarau ini sudah ada beberapa kejadian bencana karhutla terutama lahan dengan luasan sekitar 44 hektare,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Adapun kejadian tersebut terjadi di wilayah yang memang memiliki potensi rawan karhutla, seperti di Desa Walangkir, Kecamatan Tanta dan Desa Hapalah Kecamatan Banua Lawas.

“Termasuk Desa Seradang, Kecamatan Haruai dan beberapa lokasi lain yang dinyatakan menurut kajian risiko bencana kami memang potensi karhutla,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan musim kemarau ini diprediksi sampai bulan Desember dan puncaknya pada bulan September.

“Karena menurut rilis yang disampaikan BMKG, selama 30 tahun terakhir puncaknya ini memang di 2026,” ungkapnya.

Selain karhutla, beberapa lokasi di Kabupaten Tabalong juga mengalami kekeringan seperti di Mungkur Balai Kelurahan Jangkung, Kecamatan Tanjung dan Desa Bongkang Kecamatan Haruai.

“Hari ini juga ada permintaan di Desa Padangin, Kecamatan Muara Harus, yang memang untuk kekeringan,” tuturnya.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya telah mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang wilayahnya mengalami kekeringan.

“Kami nyatakan airnya itu bersih karena sumber airnya adalah dari PT Pertamina dan masyarakat pun secara langsung menyaksikan air yang kami distribusikan,” tegasnya.

Oleh karena itu, atas nama Pemkab Tabalong dan Masyarakat dirinya mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina yang sudah bersedia diambil air bersihnya.

“Terima kasih telah membuka akses kepada kami untuk mengambil air bersih selama 24 jam tanpa prosedur dan hanya BPBD yang bisa masuk kesana karena diberi fasilitas konektivitasnya langsung selang itu dari PT Pertamina,” ucapnya

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, membuang putung rokok sembarangan dan kalau membuat api pastikan benar-benar mati sebelum ditinggalkan.

Haris pun menyarankan masyarakat membuka lahan dengan cara mekanis seperti dengan peralatan hingga bergotong royong bergantian membuka lahan antar masyarakat.

“Apabila dalam keadaan emergency, silakan menghubungi aparat desa terdekat, relawan, atau langsung ke BPBD Kabupaten Tabalong di nomor 082210107129,” pungkasnya. (lan)

Editor: Khayatun Fatimah