April 18, 2026

Tribune Plus

Mimbar Masyarakat Kritis dan Demokratis

Warga Temukan Mayat Laki-Laki Hanyut Di Sungai Tabalong

Bagikan Berita di Atas

TANJUNG,TRIBUNEPLUSONLINE.COM Seorang Pria bernama Suprianto alias Anto (24) ditemukan hanyut tidak bernyawa di Aliran Sungai Tabalong, Minggu (05/01/2025) di Desa Manduin, RT 3, Kecamatan Muara Harus.

Korban yang diketahui merupakan warga Desa Kapar, RT 11, Kecamatan Murung Pudak tersebut, ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 17:00 WITA.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui PS. Kasi Humas IPTU Joko Sutrisno menjelaskan, Korban merupakan seorang petugas kebersihan.

“Korban Suprianto ini merupakan seseorang yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di Pasar Kapar,” jelasnya.

Joko membeberkan, berdasarkan keterangan salah satu saksi yang pertama kali menemukan jasad korban bernama Siti Norrahmadhaniah, saksi melihat korban sekitar pukul 16.30 Wita.

“Siti yang saat itu sedang melintas di Jembatan Gantung Desa Murung Baru RT 4, Kecamatan Tanta merasa heran saat melihat sungai seperti ada patung manusia yang hanyut,” bebernya.

Setelah dicermati, ternyata itu merupakan mayat manusia. Saksi pun langsung memberitahukan penemuan mayat tersebut kepada saksi Ahmad Sabirin.

“Kemudian Ahmad bersama saksi lainnya Hasanuddin dan Aulia Rahman mengikuti aliran arus sungai Tabalong sampai ke Desa Manduin dengan menggunakan perahu atau jukung,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, sekitar setengah jam para saksi mengikuti aliran arus sungai, mereka pun berhasil membawa jasad korban ke daratan.

“Pada saat ditemukan, jasad korban diketahui menggunakan celana dalam berwarna biru dengan kondisi badan bengkak dan sudah beraroma busuk,” ungkapnya.

Setelah melakukan berbagai, identifikasi, petugas kepolisian kemudian membawa jasad korban ke RSUD H Badaruddin untuk dilakukan visum.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban diduga sudah meninggal lebih dari 36 jam, hal itu dilihat dari jasad korban pada saat tiba di Rumah sakit sudah dalam keadaan membusuk,” tambahnya.

Disisi lain, menurut keterangan dari kakak korban, ia terakhir kali bertemu dengan korban pada Kamis (03/01/2025) sore.
Saat itu korban pergi ke sungai untuk mandi.

Sementara, tentang kabar bahwa korban melarikan diri dan terjun ke sungai saat adanya pemeriksaan peredaran narkotika dibantah oleh tiga teman korban.

“Kabar tersebut dibantah tiga teman korban berinisial BA, MN dan AA yang saat itu juga berada di lokasi kejadian penangkapan, Kamis (02/01/2025) di Kelurahan Belimbing Raya,” katanya.

Saat polisi memeriksa rumah tempat mereka biasanya berkumpul, saat itu mereka sedang bersama korban, namun usai diperiksa dan tidak ditemukan apapun pada mereka.

“Setelah kejadian itu korban Suprianto kemudian pamit untuk pergi kencing dan juga lokasi penggrebekan dengan sungai itu cukup jauh,” pungkasnya. (rellpolrestab)

Editor: Khayatunfatimah

Loading