Tanjung – TRIBUNEPLUSONLINE.COM Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Pemulihan Trauma atau Trauma Healing korban bencana melalui budaya “Siap Selamat Untuk Tabalong Smart”.
Adapun peserta kali ini diikuti sekitar 180 an siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Tabalong beserta para guru di Kantor Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta pada Kamis (10/9).
Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian penanggulangan bencana.
”Biasanya untuk penanganan setelah korban dikumpulkan di titik pengungsian dan dilaksanakan trauma healing, khususnya kepada anak-anak supaya psikologisnya tidak terganggu sebagai akibat dari bencana,” katanya.

Adapun pada trauma healing ini diadakan permainan dan hiburan agar anak-anak psikologisnya tidak terguncang.
”Ini sifatnya latihan, tetapi bisa diimplementasikan dan dipraktekkan apabila suatu saat ada bencana,” jelasnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Haris Fakhrozi menjelaskan, pada bencana terdapat tiga fase yakni, prabencana, keadaan darurat, dan pasca bencana.
”Kita sudah memasuki pasca serta melakukan simulasi terkait apabila terjadi bencana dan daerah ini merupakan bencana banjir sampai karhutla,” jelasnya.

Pada kegiatan, ini pihaknya juga memberikan edukasi baik kepada siswa hingga guru untuk membaca dan diperlihatkan bagaimana tanda-tanda kebencanaan.
”Sehingga apabila terjadi bencana keadaan darurat dan dilakukan pengungsian pada saat pasca, anak-anak kita sudah paham,” ungkapnya.
Simulasi diawali dengan siswa MIN 5 Tabalong melakukan kegiatan seperti biasa.
Kemudian sirene dibunyikan yang merupakan peringatan dini akan bencana dan anak-anak dibawa ke titik kumpul dengan panduan petugas.
”Setelah itu anak-anak diperlihatkan jalur evakuasinya yang berada di Kantor Desa Tanta Hulu dan kita bawa menggunakan unit yang memang pada saat bencana juga digunakan,” tuturnya.
Kegiatan ini melibatkan satuan pendidikan, aparat desa, kecamatan, TNI-Polri hingga Brimob.

Kepala MIN 5 Tabalong, H Aliansyah menyambut baik kegiatan yang dapat mengedukasi dan membimbing anak-anak.
”Jadi anak-anak itu tidak lagi asing, sudah tahu apa yang harus dilakukan kalau ada bencana hal semacam ini,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Tanta Hulu, H Muyadi bersyukur trauma healing ini dilaksanakan di wilayahnya.
”Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami karena disini ada beberapa sekolah juga mulai SD, MIN, Tsanawiyah dan Pesantren,” pungkasnya.
Berita Terkait
Guru Binaan PHM Raih Fulbright DAI, Bawa Pendidikan Pesisir Delta Mahakam ke Amerika Serikat
Kebakaran di Pembataan Hanguskan Dua Rumah dan Satu Kontrakan, Kerugian Capai Rp300 Juta
Hujan Dan Angin Kencang Sebabkan Tirai Pelindung Pasar Kapar Ambruk