April 18, 2026

Tribune Plus

Mimbar Masyarakat Kritis dan Demokratis

Sikapi Kelangkaan BBM Pemkab Tabalong Gelar Rakor

Bagikan Berita di Atas

TANJUNG, TRIBUNEPLUSONLINE.COM Menanggapi isu kelangkaan BBM jenis Pertamax, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong menggelar Rapat Koordinasi (Rakoor), Kamis (20/11) di Aula BPKAD.

Rapat ini turut menghadirkan dari pihak PT
Pertamina Patra Niaga yang mengikuti rapat melalui zoom dan para pengusaha SPBU di Tabalong.

Adapun hasil dari rapat tersebut telah disepakati melalui penandatanganan berita acara antara Pemkab dan pengusaha SPBU untuk membatasi pembelian pertamax.

“Tadi telah disepakati untuk pembelian pertamax roda dua maksimal Rp 70 ribu, sedangkan roda empat Rp 300 ribu,” jelas Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani saat ditemui seusai rapat.

“Waktu penjualannya juga ditentukan, untuk pertamax dari pagi sampai siang sedangkan pertalite dari sore ke malam,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, sesusai dari penjelasan dari pihak Pertamina Patra Niaga bahwa penyebab adanya kelangkaan ini adalah banyaknya pengguna pertalite yang berpindah ke pertamax.

“Jadi awalnya mulanya kan ini gara-gara adanya isu bahwa pertalite bisa merusak mesin tetapi setelah di cek isu tersebut tidak benar,” ungkapnya.

Kemudian terkait stok pertamax ternyata tidak ada masalah, hanya saja memang permintaan pertamax saat ini sangat tinggi.

“Pertamina juga tadi menjelaskan bahwa tidak ada pengurangan stok pertamax, hanya saja permintaannya yang sangat meningkat,” katanya.

Bupati menyoroti beberapa oknum pelangsir yang menaikan harga pertamax yang dari awalnya Rp 15 ribu per liter menjadi Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per liter.

“Jangan terlalu menaikan harga terlalu tinggi, memang wajar untuk melakukan kenaikan tetapi jangan terlalu besar, karena ini menyangkut ekonomi masyarakat kita,” pungkasnya.

Pria yang akrab disapa Haji Fani ini juga menjelaskan kesepakatan ini tidak hanya berlaku bagi masyarakat saja, Pemkab juga menerapkannya.

“Kita tentunya harus mentaati peraturan itu, kemudian perjalanan dinas yang memerlukan orang banyak mungkin bisa satu buah mobil saja, agar bisa mengurangi penggunaan pertamax,” tuturnya.

“Untuk kesepakatan ini akan kita berhentikan apabila semuanya sudah kembali normal seperti biasanya,” pungkasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Sekda Tabalong Hj Hamida Munawarah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Zainal Arifin, Kepala DKUPP Soleh, serta Tim Percepatan Pembangunan Daerah( rel )

editor khayatun fatimah tribuneplusonline. com

Loading