TANJUNG,TRIBUNEPLUSONLINE.COM Upaya mencegah terjadinya penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabalong melakukan inovasi terkait lingkungan seperti Gema Sajadah (Gerakan masyarakat mengubah sampah menjadi berkah), Sapat Siam (Sistem pengelolaan sampah tepat, bersinergi dan aman), Desa Bersahaja (Desa bersih, sehat, asri, hijau, aman dan sejahtera), Dipantau (Digital informasi pemantauan kualitas lingkungan), dan Peka Lili (Meningkatkan sikap peduli dan kreatif tentang literasi lingkungan).
Hal itu, diungkapkan Bupati Tabalong Dr Drs H Anang Syakhfiani M.Si, saat menjadi narasumber pada seminar bertajuk Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga Terhadap Ancaman Dengue yang diselenggarakan oleh Menteri Kesehatan RI Farid Nila Moeloek (FNM) Society, Rabu (17/01/2024) di Hotel Manhattan Jakarta.
Dijelaskannya, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dengan inovasi Kotaku (Kota tanpa kumuh), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mengkolaborasikan anggaran Gerakan Tuntas dalam Upaya Mencapai Open Defecation Free (ODF) bersama Yayasan Adaro Bangun Negeri, Dana Desa dan Swadaya Masyarakat.
Kemudian, melalui Lomba Kawasan Bebas Jentik sejak tahun 2019 sampai dengan sekarang yang diselenggarakan Dinas Kesehatan dan diikuti oleh semua desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Tabalong.
Berkah dari yang dilakukan tersebut, Pemkab Tabalong mendapatkan banyak penghargaan terkait intervensi perilaku masyarakat dan lingkungan. Antara lain penghargaan yang diperoleh itu adalah STBM Award Pilar 1 ODF Pertama di Kalimantan Tahun 2020, STBM Keberlanjutan Pilar 2 (Cuci Tangan Pakai Sabun) Tahun 2021, STBM Keberlanjutan Pilar 3 (Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga) Tahun 2022, dan mempertahankan Anugerah Adipura ke-4 Tahun 2022.
Selain dalam kurun waktu dua tahun terakhir kasus DBD di Kabupaten Tabalong merupakan yang terendah di Provinsi Kalimantan Selatan. Juga telah mengantarkan Tabalong sebagai Kabupaten terinovatif ke-enam pada tahun 2021, ke empat di tahun 2022 dan indeks inovasi tertinggi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada tahun 2023.
Indonesia hingga kini. Data Kementerian Kesehatan RI dari Januari-November 2023 terdapat 83.302 kasus DBD di 34 Provinsi dengan angka kematian 574 kasus. DBD ditularkan dari perantara nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang umumnya ada di sekitar permukiman.
Semua orang di Indonesia berisiko terkena dengue tanpa melihat umur, di mana mereka tinggal dan gaya hidup. Dengue merupakan penyebab kematian keenam tertinggi. Karena itu, penting bagi seluruh golongan masyarakat produktif untuk tetap melakukan pencegahan dengue dengan komprehensif.
Pemerintah sendiri dalam hal ini Kemenkes RI, telah menetapkan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021–2025. Meskipun strategi pencegahan dengue dengan pelibatan masyarakat seperti gerakan 3M Plus dinilai efektif, tetapi sering ditemukan tantangan penggerakan masyarakat yang mandiri dan masif.
Oleh karenanya berbagai inovasi teknologi terus dilakukan, diantaranya penggunaan bakteri wolbachia untuk melumpuhkan virus dengue. Inovasi terbaru lain dengan vaksinasi. Vaksinasi telah berizin Badan POM dan organisasi profesi medis pun memberi rekomendasi sebagai vaksinasi pilihan. Salah satunya menggunakan vaksin dengue dari Takeda yang sudah mendapatkan izin edar dari BPOM dan kini dapat diakses oleh masyarakat luas.
“FNM Society berkomitmen berpartisipasi memajukan derajat kesehatan masyarakat Indonesia melalui edukasi yang dari hal tersebut, FNM Society menyelenggarakan diskusi publik secara hybrid bertemakan: Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga Terhadap Ancaman Dengue,” kata Prof Dr dr Nila F Moeloek SpM(K), Ketua FNM Society dalam sambutannya. (rell)
Editor: RiyanMaulana.tribuneplusonline.com
![]()
Berita Terkait
BNNK Tabalong Sosialisasikan P4GN di Kapar, Wujudkan Desa Bersinar 2026
Pemkab Tabalong Minta PKB Terus Jadi Mitra Strategis
DPC PKB Tabalong Gelar Musyawarah Cabang