TANJUNG,TRIBUNEPLUSOLINE.COM Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tabalong, Kadarisman menilai ekonomi Kabupaten Tabalong triwulan II tahun 2025 tumbuh secara positif. Pertumbuhan tersebut akan berdampak pada kafasitas masyarakat dalam memenuhi kesejahteraannya.
Hal itu dikatakannya kepada wartawan usai memberikan awarness perkoperasian kepada seratusan Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Gedung Informasi Tabalong yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Tabalong akhir pekan tadi.
“Saya mencatat di triwulan ke II, ekonomi Tabalong tumbuh 5.12%. Angka ini capaian positif dan signal optimisme di tengah dinamika sektor extraktif, khususnya harga batubara yang melemah di permulaan tahun 2025 serta dinamika politik nasional yang baru tadi terjadi,” jelas Kadarisman.
Namun demikian, Kadarisman menjelaskan kendati ada perlemahan pada usaha extraktif, secara umum sektor primer pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tabalong masih berkontribusi sangat stabil. Hal lain pada sektor tersier menunjukkan trem yang ekspansif.
“Over all, gambaran pertumbuhan ekonomi di daerah ini sangat bagus. Hanya yang perlu jadi perhatian adalah pada sektor sekundernya ada menunjukkan perlambatan dari angka 6.82% di triwulan pertama menjadi 5.87% di triwulan kedua,” ujarnya.
Kadarisman yang juga merupakan Presidium KAHMI Tabalong, menyebut gejala perlambatan di sektor sekunder tersebut bukan berarti perlemahan, karena angka 5.87 persen itu sendiri jauh melebihi angka pertumbuhan ekonomi kabupaten itu sendiri di angka 5.12%.
Dikatakan, perlambatan itu soal dinamika dan fluktuasi banyak hal, baik terkait sosial politik maupun pencapaian yang melampaui target pada triwulan pertama.
Namun demikian dia mengingatkan pentingnya sektor sekunder ini untuk terus diperhatikan agar on the track dengan target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Sektor sekunder ini penting dijaga, sebab secara konseptual sektor ini memuat aktivitas inti rakyat di dalamnya seperti UMKM, industri pengolahan dan aktivitas ekonomi apapun yang dapat mengubah bahan mentah menjadi berang bernilai.
Sarankan Bangun Sentra UMKM
Untuk menjaga sektor sekunder dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tetap tumbuh, Kadarisman menilai pemerintah terus mengawal KDMP tumbuh sebagai aktivitas ekonomi bukan sebagai formalitas.

Kebijakan Menteri Keuangan RI yang menggelontorkan Rp 200 triliun ke Bank Himbara mesti didorong hingga mencapai mekanisme kongkret hingga terealisasi ke KDMP.
“Saya melihat Bank Himbara sekarang dalam kondisi likuiditas yang tinggi, jika tidak disalurkan justru menjadi beban bagi bank. Jadi realisasi ke KDMP merupakan mutualisme yang dapat disegerakan,” ujarnya.
Hal lain yang patut jadi konsen dari pemerintah daerah sekarang jelasnya terus mendorong hilirisasi komoditas lokal seperti produk pertanian dan juga praktik ekonomi jasa pertambangan yang masih jawa sentris.
Barang dan jasa pertambangan dinilai masih Jawa sentris karena masih banyak produk yang bisa dibuat di Tabalong tapi diberikan ke pulau Jawa dengan pertimbangan harga yang kompetitif.
Terakhir ujarnya, pemerintah perlu membuat sentra UMKM yang terintegrasi dengan teknologi, pariwisata, pasar, dan sektor keuangan lainnya. ( rel )
Editor khayatun fatimah tribuneplusonline.com
![]()
Berita Terkait
Hj Desi Suryanti Dipercaya Pimpin Pramuka Tabalong
Asah Kemampuan dan Profesionalisme, Polres Tabalong Gelar Latihan Beladiri dan Uji Kenaikan Pangkat
Program 1 Desa 1 Wi-Fi Tabalong Mendapat Apresiasi Gubernur Kalsel pada HLM TP2DD 2026